KEGIATAN SOSIALISASI MERDEKA BELAJAR DITINGKAT GUGUS, DISDIKBUD KABUPATEN WAJO -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Conected

banner 336x280

KEGIATAN SOSIALISASI MERDEKA BELAJAR DITINGKAT GUGUS, DISDIKBUD KABUPATEN WAJO

Jumat, 26 Agustus 2022

www.pronews.co.id - Wajo. Kebijakan Merdeka Belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo melalui Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) selaku mentor dalam menjalankan program Merdeka Belajar berkewajiban penuh dalam menyukseskan program yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek, sebagai awal dari tindaklanjut program tersebut yakni dengan melakukan transfer pengetahuan terkait dengan berbagai program Merdeka Belajar ke kalangan pendidik dan tenaga kependidikan secara serentak di tingkat gugus sekolah dari jenjang PAUD, SD dan SMP se Kab.Wajo dengan harapan program-program unggulan dari Merdeka Belajar yang terkait dengan satuan Pendidikan/sekolah diketahui secara massif dan utuh oleh kalangan pendidik/guru dan tenaga kependidikan di sekolah.
Menurut Drs. Faisal Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Wajo, pada proyeksi capaian Merdeka Belajar saat ini di Kabupaten Wajo masih menunjukkan progres yang belum optimal sehingga membutuhkan pola kerja yang lebih massif dengan melibatkan stakeholder pendidikan seperti halnya pengawas sekolah, penilik dan peran serta kepala sekolah untuk berperan aktif dalam hal penyampaian informasi maupun peran dalam mengawal keberlangsungan program-program merdeka belajar di Satuan Pendidikan dan Lembaga.
Kepala Bidang PTK Disdikbud Wajo Dr. Edy Muliawan juga mengatakan bahwa pada capaian Implementasi Kurikulum Mandiri (IKM) saat ini hanya sebanyak 56 dari 815 Sekolah/Lembaga dilingkup Disdikbud Wajo yang terdaftar IKM dengan rincian; terdapat 21 Lembaga TK/KB, 16 sekolah SD, 12 SMP serta PNF PKBM dan SKB sebanyak 7 lembaga. Sementara pada Program Guru Penggerak (PGP) jumlah Guru Penggerak hanya sebanyak 43 org sedang jumlah guru yang ada dikabupaten wajo sebanyak 4.391 orang yang terdiri dari PNS dan Non PNS, ini menandakan bahwa guru yang berminat untuk mengikuti Program Guru Penggerak masih sangat minim di Kabupaten Wajo, sementara peluang yang diberikan oleh Kemendikbudristek untuk pemerintah daerah masih sangat terbuka lebar dengan target hingga tahun 2024 sebanyak 450.000 (empat ratus lima puluh ribu) Guru Penggerak se Indonesia. Pada Program Sekolah Penggerak (PSP) di lingkup Disdikbud Wajo sebanyak 40 sekolah yang terdiri dari Angkatan II sebanyak 29 Sekolah, Angkatan III sebanyak 11 Sekolah, namun jika dibandingkan dengan jumlah sekolah/Lembaga yang ada dikabupaten Wajo sebanyak 815 sekolah/Lembaga hanya mencapai 5% capaian PSP. 
Dari penjelasan data diatas, Kabid PTK Disdikbud Wajo, mengatakan memiliki alasan yang kuat untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi Merdeka Belajar di tingkat gugus secara serentak, guna untuk mendorong percepatan penerapan program-program Merdeka Belajar dengan melibatkan semua pendidik dan tenaga kependidikan dari jenjang PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Wajo untuk belajar dan berdiskusi bersama serta saling mensupport untuk memaksimalkan program-program merdeka belajar untuk berjalan maksimal di sekolahnya, pungkasnya.
Pelaksanan sosialisasi ini dari tanggal 22 – 24 Agustus 2022 dengan melibatkan 2.500 peserta dan 75 gugus di 14 Kecamatan, dengan menghadirkan narasumber dari unsur Pengawas Sekolah, Guru Penggerak, Pendamping Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, Komunitas Belajar Guru Nusantara dan Komunitas GMT. 
Drs. Faisal Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Wajo mengharapkan kegiatan ini bisa memberikan dampak secara signifikan kepada tenaga pendidik dan kepandidikan di lingkup Disdikbud Wajo untuk lebih meningkatkan kualitas diri mereka serta kapasitas sebagai pengawal marwah mutu Pendidikan di Tanah Wajo dan juga menyukseskan Program Merdeka Belajar.

Editor : Ismail Ishak