Kepala Desa di Wajo Mengadu ke Dewan -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Conected

banner 336x280

Kepala Desa di Wajo Mengadu ke Dewan

Sabtu, 18 September 2021




PRONEWS,CO.ID, WAJO - Sejumlah kepala desa di Kabupaten Wajo mendatangi Kantor DPRD Wajo untuk menyampaikan aspirasi, Kamis 4 Februari 2021.

Perwakilan Kades Muh. Marsose, mengatakan kedatangannya bersama dengan sejumlah kepala desa di DPRD Wajo, karena adanya keresahan dari kepala desa yang selalu didatangi dan ditelepon oleh LSM dari luar Wajo.

Olehnya itu, lanjut Marsose, sejumlah kepala desa meminta pendampingan untuk menyampaikan aspirasi terkait banyaknya LSM dari luar Kabupaten Wajo yang sangat meresahkan Kades.

“Kami yang mendampingi kepala desa, mereka sudah 6 bulan merasakan keresahan dengan sumber LSM dari luar Wajo yang datang mencari kesalahan kepala desa,” ujarnya.

LSM dari luar ini, lanjut Marsose, sering menakut-nakuti kepala desa, dengan melakukan pemantauan dan melakukan pemeriksaan fisik, bahkan telah melaporkan kepala desa ke aparat hukum.

”LSM ini menakut-nakuti kepala desa dan menuduh Kades membiayai pembangunan jalan kabupaten (penganggaran dobel), dan LSM ini sering menelpon minta uang antara 1,7 juta sampai 25 juta,” ujarnya.

Bahkan, kata Marsose, LSM ini bekerjasama dengan sejumlah media dengan melakukan persuratan ke Polda, dengan tembusan Inspektorat, Dinas PMD, dan ironisnya persuratan tersebut, hanya Kades yang diberikan suratnya.

“Tembusan suratnya tidak ada yang sampai, hanya Kades yang diberikan surat untuk menakut-nakuti,” ujarnya.

Sementara, Ketua Tim penerima aspirasi DPRD Wajo, Sudirman Meru, memberikan apresiasi kepada aspirator yang datang ke DPRD menyampaikan masalah untuk dicarikan solusinya dengan baik.

“Kalau bisa tuntas, kita tuntaskan hari ini, sekiranya tidak dapat dituntaskan maka kami laporkan ke pimpinan untuk menunjukkan ke komisi terkait,” katanya.

Penerima aspirasi lainnya, A.Bau Bakti Werang, menyebut apa yang dilakukan oleh LSM tersebut adalah teror.

“LSM melakukan strategi teror, untuk menakut-nakuti kepala desa, karena yang ditembusi dalam surat, tidak diberikan suratnya,” ujarnya. (Adv Humas DPRD Wajo)