Dewan Apresiasi Pemkab Wajo Masuk 18 Nasional Produsen Beras Terbesar di Indonesia -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Conected

banner 336x280

Dewan Apresiasi Pemkab Wajo Masuk 18 Nasional Produsen Beras Terbesar di Indonesia

Sabtu, 18 September 2021



PRONEWS,CO.ID, Anggota Komisi II DPRD Wajo sebagai salah satu mitra kerja dari OPD Pertanian Pemkab Wajo, memberikan apresiasi kepada Pemkab Wajo dalam hal Dinas Pertanian Wajo.

Dimana daerah Kabupaten Wajo termasuk salah satu daerah yang masuk dalam nominasi tingkat nasional dan masuk daftar 18 terbesar sebagai produsen beras di Indonesia.

Asri Jaya A.Latief (AJL) anggota DPRD Wajo dari komisi II mengungkapkan hal tersebut ke awak media ini di ruang kerjanya. Menurut AJL, apresiasi patut diberikan kepada Dinas Pertanian Wajo masuk dalam urutan dan nominasi tingkat nasional peringkat 18 produsen beras terbesar di Indonesia setelah Bone.

“Alhamdulillah Wajo masuk dalam 18 besar se Indonesia dan ini suatu kebanggaan bagi Pemkab Wajo,” ujarnya.

lanjut AJL politisi Partai Demokrat Wajo ini, dengan prestasi tersebut, Dirinya berharap kepada Dinas Pertanian Wajo kedepanya agar bisa semoga ke depan bisa lebih berkonstribusi terhadap stok pangan nasional dan daerah Sulsel hanya Tiga daerah yang masuk yaitu hanya Wajo dan Bone serta Pinrang. Dari 540 Kab/Kota Indonesia Kab Wajo diurutan ke18 produsen beras terbesar di indonesia.Tambah mantan Ketua Komisi ll DPRD Wajo tersebut.

Sedangkan Kadis Pertanian Kabupaten Wajo, Ir Ashar merasa bersyukur atas apa yang diraih dalam hal Pemkab Wajo dan Insyah Allah ke depan kita akan lebih maksimalkan dan tingkatkan lagi untuk produksi pertanian termasuk dengan bidang lainya yang berkaitan dengan Pertanian dan tak lupa juga ucapkan terimah kasih atas kontribusi selama ini dari para petani kita di Wajo yang berperan dan banyak memberikan kontribusinya.

”Ini akan lebih kita maksimalkan dan tingkatkan kedepanya dan berharap bisa tembus dalam 5 besar produsen terbesar untuk Indonesia dan bisa jadi pertama untuk Sulsel khususnya,” ujarnya.

Seperti diketahui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen meningkatkan produktivitas padi guna memperkuat ketahanan beras nasional. Oleh karena, sektor pertanian di semua daerah terus didorong dengan pendekatan teknogi modern dan kelembagaan berbasis korporasi untuk menjadi lumbung pangan khususnya beras.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus berupaya dalam mewujudkan komitmen membangun ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan kualitas berdaya saing hingga ekspor dengan pendekatan teknologi pertanian modern dan kemandirian petani berbasis korporasi.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data produksi beras nasional dengan menggunakan Kerangka Sampel Area (KSA), produksi padi tahun 2020 dan potensi Januari hingga April 2021 mengalami kenaikan. Produksi padi 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG.

“Menurut data jika dikonversi, produksi beras pada 2020 sebesar 31,33 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 21,46 ribu ton atau 0,08 persen dibandingkan 2019 yang hanya 31,31 juta ton,” terang Suwandi. (Adv Humas DPRD Wajo)