Komisi lll DPRD Wajo, Ini Sudah Urgent, Meminta Agar Pemda Wajo Segera Merealisasikan Keluhan Warga Terdampak Bau Menyengat Dari TPA 1 -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Conected

Komisi lll DPRD Wajo, Ini Sudah Urgent, Meminta Agar Pemda Wajo Segera Merealisasikan Keluhan Warga Terdampak Bau Menyengat Dari TPA 1

Sabtu, 30 Mei 2020


PRONEWS.CO.ID, Wajo - Ketua Komisi lll DPRD Wajo Taqwa Gaffar bersama anggota yakni H.Mustafa, Elfrianto, H. Yunus Panaungi, serta Andi Muliadi, menindak lanjuti adanya aduan warga terkait bau menyengat yang berasal dari TPA 1 antara Kelurahan Cempalagi dan Kelurahan Bulu Pabbulu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Jum'at (29/05/2020).

Dalam hal ini, Ketua komisi lll Tagwa Gaffar meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait yakni DLH dan Dinas PUPRP segera mencarikan solusi terkait keluhan warga yang ada di sekitar TPA 1.

"TPA 1 memang sudah tidak layak, kasian warga yang terkena dampak daripada bau sampah yang sangat menyengat itu, dan secepatnya dipihdahkan ke TPA 2 dan catatannya segera memperbaiki akses jalan masuk Ke TPA 2 tersebut," ujar Taqwa Gaffar.

Dimana sebelumnya masyarakat yang merasakan dampak bau menyengat itu sampai pada radius 2 km, yakni di Jalan Rusa dan BTN Nusa Idaman sudah merasa tidak nyaman dengan bau tersebut dan berharap segera pemerintah menutup TPA 1 dan memindahkan ke TPA 2.

Diwaktu yang sama,  H. Mustafa dari fraksi Gerindra yang juga anggota komisi lll juga menegaskan bahwa untuk akses jalan masuk ke TPA 2 kurang lebih 3 kilo meter yang sudah dianggarkan tahun 2020, agar pemerintah daerah jangan memangkas anggaran tersebut.

"Ini sudah urgent, jadi anggaran untuk jalan masuk ke TPA 2 jangan dipangkas, agar bisa cepat terealisasi dan TPA 1 segera ditutup, sehingga masyarakat sekitar tidak lagi merasakan bau menyengat itu," tegas H. Mustafa.

Tidak itu saja, dirinya meminta kepada pemerintah daerah agar memperhatikan kesejahteraan para petugas kebersihan "Jangan hanya memikirkan TPP para pejabat disisi ada petugas yang bekerja setiap hari bergelut dengan bau honor mereka tidak seberapa, dimana empati pemerintah," ungkapnya. (ADV Humas DPRD Wajo)